Rabu, 31 Desember 2014

" Renungan Sesaat "

Tanpa disadari..
Halusinasi batinku telah bermetamorfosis..
Semakin terkontrol, terlebih dapat diarahkan..
kedewasaan yang cukup panjang kian menantang..
Tinggal selangkah takkan terabaikan..

      Mungkin Sedikit melewati masa jayanya..
      Yang terjadi segitu kerasnya..
      Senyaring bunyi percikan air..

Beradaptasi dengan suasana batin yang baru..
Memberi sebuah chemistry yang beda..
Alangkah baiknya Kesembunyian ini terus dipertahankan..
Sampai kelak Timing yang tepat dan akurat datang menjulang..

       Tiba dimana masaku Belajar dan terus belajar..
       Bukan dari buku, artikel, dsb melainkan Pengalaman..
       Karena teori Cinta mengatakan..
       Cinta itu fleksibel, tergantung sudut pandang kita memandang..

Ke-Fleksibelannya takkan sepenuhnya berharga negatif..
Faktanya ada saja yang menemukan titik 0 bahkan lebih..

       Aku percaya Cinta itu sederhana..
       Sesederhana Cinta itu membutuhkan kehangatan..
       Dan aku lebih percaya Takdir itu Indah..
       Seindah penciptanya yang Maha Indah..
        
Sedalam rasa cinta yang kurasa..
Hanya mampu kutuliskan dalam sebuah puisi ini..
yang mungkin takkan mampu kuungkapkan Sesaat..

       Aku hanya takut engkau tak percaya..
       Setelah Renungan sensitifmu..
  
Tapi seyakin-yakinnya batinku merasa..
Tersentuhnya hatimu setelah membaca puisi ini..
dan kupercaya engkaulah Secercik harapan..
yang Allah takdirkan untukku..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar