Kesyahduan irama air mengalir terdengar jelas..
Ketika kesadaranku hilang akibat hadirnya dalam dekapanku..
Yang ternyata semua itu hanya bayang belaka..
Ada satu hal yang tak mungkin aku nyatakan..
Maha Dahsyat Allah atas ciptaaannya itu..
Sadar akan tantangan dan rintangan yang besar..
Bekal pun siap laksana pedang yang tinggal dihunuskan..
Aku mencarimu..
Selalu merindukanmu..
Tetap memperhatikanmu..
dan Pasti menyayangimu..
Rumput yang bergoyangpun takkan mampu mengkiaskan rasa ini..
Hanya Dia yang Maha Mengetahui yang lebih mengerti..
Seberapa besar ketulusan yang aku suguhkan untukmu..
Ketika malam mulai hadir dan beriringan dengan rindu..
Denyut ini seakan meronta..
Karna saat itu waktumu hadir untuk sekedar menatap kegelisahan ini..
Tak ada makhluk Tuhan lagi yang mampu hadir saat itu selain dirimu..
Bersamaan dengan itu..
Kesunyian malam sengaja mempercepat putaran bumi..
jujur saja dia terlihat iri dengan kenyamanan yang aku rasakan..
Takkan pernah peduli..
Jika bintang yang selalu hadir menemani malamku..
akan pergi pada akhirnya..
Takkan pernah peduli..
Jika embun pagi yang selama ini menyejukkan itu..
Ternyata hanya bagian kesuramanku..
Meski kehilanganmu merupakan hal yang tak pernah diinginkan..
Tapi waktu mengharuskanku untuk siap menghadapi itu..
Bahkan cermin selalu berkata..
"Tinggalkan dia yang tak sebanding denganmu"..
Semua menyudutkanku..
Berkata dan Berbisik..
Seakan takdir sudah menyiapkan seorang yang sempurna untuknya..
Sadar betul dengan kehampaan yang aku miliki..
Aku takkan bisa berbuat lebih..
Apalah daya, Jika usahaku sebatas..
Namamu yang selalu hadir ditiap sujud terakhirku..
Tuhan izinkan aku berkata..
"Terima kasih telah Engkau hadirkan Dia"
dan kepadanya izinkan aku berkata..
"Aku menyayangimu dan kamu takkan pernah tahu seberapa besarnya ketulusanku"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar