" Terkadang Kita mempuyai masalah yang sama dalam lika-liku kehidupan yang kita jalani, semoga karya saya menjadi solusi yang tepat dan menjadi bahan renungan yang bermanfaat bagi kita semua."
Sabtu, 26 Juli 2014
" LAgu Itu "
aku bernyanyi sebuah lagu Indah..
dan selalu kuulangi terus-menerus..
Kuharap itu lagu favoritmu yang kau peruntukkan kepadaku..
Lagu itu memang Indah..
apalagi sangat dalam maknanya jika direnungi..
Lagu itu menggambarkan tentang Kasih sayang dan Rindu..
Lagu itu sering kau nyanyikan untuk menggambarkan suasana hatimu..
atau bisa juga sebagai ungkapan rasamu kepada seseorang..
Aku sendiri menghibur diriku dengan nyanyian itu..
Sambil berharap itu yang sebenernya ada di lubuk hatimu tentang aku..
Kulantunkan Nada rendah sebagai pengiring lagu itu..
mulai kumainkan meski tak seenak Maknanya..
Dan lagi kuberharap..
Engkau mampu mendengarnya..
Malam ini begitu Sejuk..
Kuhamparkan sejadah..
dan kurekatkan bagian sujudku ke Bumi ini..
didalamnya ku seringkali tersebut namamu..
hingga merangkai bait-bait Doa harapan..
Diamku selama ini bukan berarti menyerah..
Aku hanya ingin engkau tidak tau ambisiku..
Diamku selama ini sedang belajar..
Bagaimana menjadi Imammu yang baik..
Jumat, 25 Juli 2014
" Terbangun "
Tidurku terbangun..
Rasanya mata ini tertahan..
Telinga ini tergentak keras..
Kedua bibir terasa saling mengikat..
Sangat sering wajahmu hadir disaat seperti ini..
Memberikan senyuman Manis..
Mencoba menyapaku dengan hangat..
Aku tertegun resah dan gelisah..
Daun-daun diluar memaksakan suntuknya..
Angin mencoba menyapu batu kerikil..
hingga terdengar nyaring bunyi aduannya..
Air menetes diteduhan menghasilkan bunyi merdu..
yang ternyata semua itu memberikan kesan tersirat..
Aku menyapa Rumput itu..
Kutanyakan apa yang engkau rasakan..
tak sepatah katapun kudengar kecuali bunyi goncangannya..
Awan diatas pun mendadak mendung dan merapat..
seakan tak memberiku kesempatan..
mengetahui apa yang sedang terjadi dilangit..
Mungkin..
Sekarang aku tak harus memikirkan kamu dan dia lagi..
Mungkin..
Sekarang aku harus memikirkan bagaimana kebahagiaanmu terlaksana..
Sekarang..
aku harus belajar menjadi pria Sejati..
karna sejatinya..
Pria Sejati akan mengikat janji dengan Wanita Sejati..
Seringkali tergambar..
Bahwa aku belum cukup matang membahas Cinta..
Sampai aku tahu apa itu Cinta..
Apakah dengan aku menyayangimu?..
aku mampu mengetahui makna Cinta?
Apakah pengorbanan yang selama ini kulakukan?
sanggup dinamakan pengorbanan Cinta..
Sesungguhnya ingin rasanya aku bersandar ke sahabat-sahabatku..
berbagi kisah ini, berbagi apa yang baru saja terjadi kepadaku..
bahkan bisa berbagi tentang dia..
Namun aku tahu semua itu tidak mungkin..
Apa mau mereka mendengar cerita bodohku ini..
pasti pada akhirnya mereka hanya akan menertawaiku..
Oleh karena itu..
Karena aku tak mau merepotkan mereka..
dengan cerita bodoh ini..
Kamis, 24 Juli 2014
" Pelabuhan & Ombak "
Kuakui engkau memang Indah..
yang terkadang membuat Hati ini Risau..
Seperti Terbelenggu..
Aku ingin selalu menatapmu..
Merasakan resonansi Keharumanmu..
Mendengarkan Irama Paduanmu..
Masa ini sering ku anggap Sebagai pelabuhan..
Di pelabuhan ini aku banyak menemukan Kawan..
Kami saling bercerita, dan melukiskannya diatas Air..
Dipelabuhan ini aku berusaha menjadi diriku sendiri..
Menjadikanmu Tujuan menempuh Asa..
Di masaku ini ada suatu tempat yang dinamakan dermaga..
Disitulah aku sebenarnya ada..
Aku siap dijadikan sandaran-sandaran Kapal besar..
Meski tergores gesekan Besi baja..
Aku Siap dijadikan jembatan penghubung..
Meski penyangga ini kadang merintih kesakitan..
Aku Lahir sudah dihantam kerasnya Ombak..
Untuk itu aku terbiasa menikmati semuanya..
Aku lahir sudah dicaci maki oleh orang Awam..
Untuk itu kekuranganku berubah menjadi kelebihanku..
Segitu hebatnya kekuranganku..
hingga membuat batu karang tak datang Menemaniku..
Aku terima dan aku menyadarinya..
Aku hanya Orang lemah yang mempunyai Asa yang Besar..
Yang melebihi sempurnanya Embun Pagi..
Diakhir senja ku mentari itu selalu menemaniku..
Meski hanya sebatas memberikan salam perpisahan..
Dimalam Gelap sepi..
Rembulan malam seringkali menyapaku..
Memberikan dorongan dan Tarikan..
Saat Fajar datang..
Embun pagilah yang terkadang..
Membuatku Sejuk..
Engkau pasti bertanya..
Dimana Diriku hadir?
Dengan penuh Rasa Rindu aku menjawab..
Engkau tidak hadir di Akhir Senjaku..
Engkau juga tidak hadir dimalam Gelap sepiku..
Bahkan Engkau tidak hadir di Saat Fajar datang..
Ragamu Hadir disepertiga Hariku yang pertama..
Bayangmu Hadir disepertiga hariku yang kedua..
dan Keindahanmu Hadir disepertiga Hariku yang ketiga..
Hingga Akhirnya Hariku menjadi penuh warna..
Kehadiranmu memberikan sedikit pencahayaan Indah..
Memberikan Ruang lebih untuk aku berkreasi..
" Jika Masaku Ini Pelabuhan "
" Maka Engkau Adalah Ombak Yang Selalu Menghantamku "
" Meski Aku Harus Memendam Kesakitan, Asal Engkau mampu menemani Sisa Hidupku "
Rabu, 23 Juli 2014
" Harusnya "
Sekarang Aku sadar..
Dia lebih pantas Bersanding denganmu..
Aku malu saat dihadapkan kepada Allah..
Saat Allah berkata dan bertanya..
Siapa yang kamu Cintai?
Siapa yang selalu ada didalam Fikiranmu?
apa yang kamu takuti ?
Apa yang kamu kejar?
Bukankah Aku penciptamu yang selalu menyayangimu..
Aku malu..
Aku pasti resah menjawab semuanya..
Semua sudah terlanjur..
Kapal itu sudah terlanjur karam..
Tenggelam ditelan samudra..
menjadi tempat berteduhnya ikan..
seolah-olah Batu karang yang Indah..
Aku hanya takut Keliru..
menempatkan dirimu di hati ini..
memprioritaskan Keindahanmu..
Aku lebih baik tidak punya Mata..
Bila mata ini hanya digunakan..
untuk hal-hal yang menjauhkanku padaMu Ya Allah...
Hamba sadar..
Cukup melihatnya saja..
Seharusnya membuat hamba bersyukur..
Aku ingin..
Airmata ini mampu mengingatkanku..
Bahwa masih ada Engkau Ya Allah yang selalu mengawasiku..
Biarlah Dosa yang lalu Luntur..
menggantikan Amalan Soleh..
yang Insya Allah akan hamba prioritaskan Kedepan..
Muslimah itu?
perlahan harus aku lupakan..
Pelajaran ini cukup berharga..
Merupakan harga Mati..
Menjadi Lelaki soleh..
Karena Insya Allah dengan itu..
Aku akan mendapat Wanita Sholehah yang lebih dari dia..
Harusnya aku tak perlu takut kehilangan dia..
Harusnya aku takut menjadi hamba yang tidak mencintai Penciptanya..
Harusnya.............
Dia lebih pantas Bersanding denganmu..
Aku malu saat dihadapkan kepada Allah..
Saat Allah berkata dan bertanya..
Siapa yang kamu Cintai?
Siapa yang selalu ada didalam Fikiranmu?
apa yang kamu takuti ?
Apa yang kamu kejar?
Bukankah Aku penciptamu yang selalu menyayangimu..
Aku malu..
Aku pasti resah menjawab semuanya..
Semua sudah terlanjur..
Kapal itu sudah terlanjur karam..
Tenggelam ditelan samudra..
menjadi tempat berteduhnya ikan..
seolah-olah Batu karang yang Indah..
Aku hanya takut Keliru..
menempatkan dirimu di hati ini..
memprioritaskan Keindahanmu..
Aku lebih baik tidak punya Mata..
Bila mata ini hanya digunakan..
untuk hal-hal yang menjauhkanku padaMu Ya Allah...
Hamba sadar..
Cukup melihatnya saja..
Seharusnya membuat hamba bersyukur..
Aku ingin..
Airmata ini mampu mengingatkanku..
Bahwa masih ada Engkau Ya Allah yang selalu mengawasiku..
Biarlah Dosa yang lalu Luntur..
menggantikan Amalan Soleh..
yang Insya Allah akan hamba prioritaskan Kedepan..
Muslimah itu?
perlahan harus aku lupakan..
Pelajaran ini cukup berharga..
Merupakan harga Mati..
Menjadi Lelaki soleh..
Karena Insya Allah dengan itu..
Aku akan mendapat Wanita Sholehah yang lebih dari dia..
Harusnya aku tak perlu takut kehilangan dia..
Harusnya aku takut menjadi hamba yang tidak mencintai Penciptanya..
Harusnya.............
Senin, 21 Juli 2014
" Hingga Bulan "
Aku ingin hidup dengan bebas..
Seperti burung yang terbang diangkasa..
yang mempunyai sepasang sayap..
dan saling melengkapi..
itu semua hanyalah Khayalan bodohku Diwaktu belia..
Tanpa sadar aku bermimpi seperti itu..
Padahal karunia yang Allah berikan untukku..
Bisa menjadikanku lebih dari seekor burung..
Aku Lahir sebagai seorang laki-laki..
Aku diCiptakan untuk menjadi seorang Imam..
Menjadi pemimpin sekarang dan kedepan..
Untuk itu aku bukanlah Dedaunan..
Yang jatuh ke sungai dan terbawa arus..
Yang hanya bisa sekeder mempasrahkan diri..
menggantungkan segalanya terhadap angin..
Aku Lelaki..
Untuk itu aku menjadi ingin seperti Batu karang..
yang Tahan terhadap kerasnya Ombak..
Bukan hanya Diam, aku ingin berkontribusi lebih..
Kisah Cinta yang mengalir didarahku..
Harusnya menjadi Bekal untukku..
Bukan malah menjadi batu sandungan..
Terlebih harus bisa dimanfaatkan..
Sebagai batu lompatan..
Kini semuanya masih Tersimpan..
Terbungkus Indah dalam sebuah kenangan..
Yang selalu mengundang Rasa Rindu..
Meski terkadang Ternodai rasa Cemburu..
Semua ini adalah..
Rencana matang yang telah Disusun..
Menjadi satu-kesatuan yang Setia & saling melengkapi..
Ditambah dengan Doa sebagai Pelicin jalan..
Menuju Ridhomu ya Rabb..
Aku yakin kesendirian ini..
Pasti menyimpan hikmah tersembunyi..
Bahkan rumputpun mampu berkata..
"janganlah resah, Terus bersabarlah,
karena Kesedihan Dihadirkan bersama Kebahagiaan "
Burungpun pernah menyeru..
" Engkau lebih baik dari dariku, Aku yakin engkau.....
Mampu terbang walau Sebelah sayapmu Hilang "..
Hingga Bulan pun mau memberiku semangat, dia berkata..
" Aku selalu mengejar Bumi, padahal Bumi sendiri mengejar Matahari,,
Tapi aku Tak pantang menyerah, Meski sesungguhnya Aku Sakit..
Aku selalu Menyinari Cahayaku untuk Bumi dimalam Sunyi,,,,
Inilah aku apa adanya yang hanya mendapatkan cahaya Matahari,,
Tapi aku lebih Bahagia menjadi diriku sendiri "
Minggu, 20 Juli 2014
" Aku dan Allah saja "
Sejenak Kutundukan kepala..
kuangkat kedua tanganku..
dan Kuhadapkan keduanya diwajahku..
Airmataku tumpah..
Ketika semua kuceritakan pertama kalinya..
Kepada Allah..
Namun jauh sebelum itu..
Allah pasti sudah mengetahuinya..
Hati ini semakin menangis..
Ketika cerminan wajahku dikedua telapak tanganku..
begitu mengecewakan..
Aku Bodoh..
Masih saja aku mementingkan..
Harapan palsu itu..
Aku mengejar orang yang mungkin..
tidak mencintaiku..
Namun justru kulalaikan..
orang yang dengan ketulusannya mencintaiku..
Dia lah kedua orang tuaku..
Lagu yang terdengar Indah..
Bukanlah lagu yang bagus liriknya..
atau bahkan alat musiknya..
Lagu yang terdengar Indah..
adalah lagu yang Lirik dan Iramanya..
dipadukan secara pas dengan suasana hati pendengarnya..
Seperti itulah kiranya gambaran kedua orang tuaku..
Orang tuaku bahkan lebih dari lagu yang terdengar indah..
Entah apa yang Ada dibayangan Ayah..
Beliau cerita banyak tentang Cinta dimalam ini..
apa yang terjadi padanya..
diharapkannya menjadi pedoman untukku..
Pesan beliau hanya ingin..
Beliau menjadi yang terbaik untukku..
dan Aku untuknya..
Salatku dimalam ini..
Kucurahkan semua Isi hati ini kepada Ilahi..
Semoga Allah memberiku gambaran..
tentang jalan ini..
apa salah atau benar..
Kuakui mungkin memang aku sukar melupakanmu..
Tapi mungkin aku akan lebih sulit..
Memberikan Rasa sayang ini kepada Muslimah lainnya..
Pertimbanganku ini sudah kubuat matang-matang..
Hingga akhirnya aku tahu cinta sejatiku siapa..
Keputusanku ini kuambil..
Hanya ingin Allah dan Aku saja yang mengetahuinya..
Sabtu, 19 Juli 2014
" Hanya Bisa "
Aku lelah..
Ketika Takdir memampangkan..
Segala beban yang menjadi makananku..
Aku lelah..
Ketika pundak ini Rapuh..
Menjadi pangkuan dan senderannya..
Hujan Dikala itu..
menjadi saksi kebersamaan raga kita..
Dan ketika pelangi muncul setelah itu..
kau ucapkan banyak kata perpisahan..
Sesungguhnya hati ini tlah menangis..
Bukan Salahmu..
bukan juga keinginanku..
Sebenarnya kehadiranmu menjadi ujian..
Buat Insan ini..
Aku masih sering sembunyi dibalik batu..
hanya untuk tahu bagaimana kabarmu..
Sahabat-sahabatku..
seringkali menawarkan pundaknya..
untuk aku bersandar..
Namun aku menolaknya..
Biar kusendiri yang menanggungnya..
Aku hanya ingin mereka yang Suci..
takkan ternodai akan beban ini..
Tidur siangku tak lagi pulas..
Air sungai itu tak lagi tenang..
Namun Cinta ini tetap murni..
dengan Ketulusan yang suci sebagai buktinya..
Saat ini aku hanya bisa berkata..
mengungkapkan satu kalimat..
" Mungkin aku takbisa memilikimu Selamanya, Namun Aku hanya bisa menyayangimu selamanya "
Kamis, 17 Juli 2014
" Bukan Pahlawan, Hanya Butir-butir Air "
Aku bukan seorang Pahlawan..
yang hadir ditengah-tengah kegundahanmu..
Hidup memang memiliki banyak pilihan..
Namun saja pilihan yang diberikan untukku begitu sulit..
Terkadang aku harus menerima kenyataan..
Jika saja melupakanmu sukar dilakukan..
Tanda tanya besar dalam kisah ini?
mengapa aku memilih bertahan..
padahal dia & kamu sudah merencanakan sesuatu..
Sesuatu yang dikenal dengan nama "Kebahagiaan"..
Perencanaanmu itu sangat kau idam-idamkan..
Padahal Takdir belum bicara apa-apa..
Kuingatkan kepadamu..
Untuk bersabarlah, jangan bersikap Ambisius..
Bukan maksudku mengganggu kalian..
Sebagai orang yang menyayangimu juga..
Akupun menuntut kebahagiaan untukmu..
Dari dia..
Sungai yang hening sekalipun pun..
Didalamnya terdapat binatang Buas..
yang Sesekali mampu menerkam kalian..
jika saja kalian tidak berhati-hati..
Dalam menjalin hubungan Cinta..
Pengorbanan harus diperjuangkan..
Karena nantinya akan ada..
yang menyakiti dan tersakiti..
Jika saja Kamu menjadi Cahaya..
aku ingin menjadi butir-butir air..
yang akan membias Kamu..
Agar membentuk sebuah Pelangi yang Indah..
Menjadi sebuah Karya Tuhan di langit biru..
yang Berebut perhatian Umat manusia..
Dan dapat memberi manfaat..
Berupa Rasa Syukur kepada Sang Pencipta..
Rabu, 16 Juli 2014
" Sepercik harapan sebelum masa habisku tiba "
Tak Pernah habis menuliskan tentangmu..
Nikmat Allah ini sungguh ku Syukuri..
Cukup mampu melihat saja..
Rasa senang takkan pernah lupa..
Ukiran wajahmu yang Anggun..
Selalu menemani Tiap-tiap detik umurku..
Hambar Rasanya..
jika tidak membayangkan tentangmu..
Sedetik demi sedetik umurku berkurang..
Tak satu detikpun kuhadapi..
Tanpa Wajahmu di anganku..
Bukan masalah anggun dan menawan..
Bukan juga masalah harta dan jabatan..
Kemuliaan akhlakmu..
yang menjadi tolak ukurnya..
Sisa umurku yang mungkin taklagi panjang..
menyisakan Rintangan yang amat berat..
yang harus Kulalui tanpa dirimu..
padahal Rintangan itu bertujuan..
memeluk bahkan merangkulmu..
Berat bukan?
Berkacalah sendiri..
Suatu saat engkau pasti mengerti..
Siapa aku sebenarnya..
dan Siapa kamu sebenarnya dipandanganku..
Percayalah & yakinlah..
bukan hanya mulutku yang Bicara..
Mimpi dan hati..
yang selalu ingin berpendapat tentang semuanya..
Bila masa habisku telah tiba..
dan Impian ini belum terpenuhi..
Sepercik harapan yang mungkin terjadi..
Sujudku padamu ya Allah..
mengharapkan kehadirannya disurga..
Selasa, 15 Juli 2014
" Sedikit Cobaan "
Hampir semua harapan..
yang selama ini kurintis Sirna..
Bukan dia, atau kamu penyebabnya..
Matalah ini yang tak sanggup..
Menyampaikan amanat ke Hati ini..
Tentang apa yang dilihatnya tak lama tadi..
Cahaya semakin meredup..
ketika Emosi ku semakin berkobar..
Semua dibabi butakan olehnya..
Aku yang dengan setengah mati..
menghormati kesuciannya..
dia hanya sekedar membalikan telapak tangan..
Menodai semua yang kuhormati darinya..
Kini aku mempunyai peluang untuk pergi..
tapi Tak mungkin dengan cepat pastinya..
yang kumiliki kini Ketegaran..
yang memang Allah selipkan..
didalam jiwa ini..
Ini semua terkesan tak Adil bagiku..
Jiwa ini meronta-ronta..
menahan beban kesakitan ini..
Namun jika disikapi lebih dewasa..
ini adalah media pembelajaran yang sangat berarti..
Semua yang ditakdirkan Allah untukku..
merupakan Takdir yang adil seadil-adilnya..
Kesan kurang terima..
memang Wajar karena diri ini memang manusia biasa..
Namun Mengikhlaskan semua dan mendoakannya..
Sangatlah baik jika ingin menjadi manusia Taat..
Kini yang bisa kuperbuat..
hanyalah Doa..
yang selalu menyisipkan Kebahagiaamu..
Entah dengan Dia, Aku atau siapalah..
memang Ada perasaan bahagia dan Sedih..
Namun Kecondongan Jiwa ini..
Ingin memaknai dengan kebahagiaan..
Senin, 14 Juli 2014
" Firasat Berbicara "
Muslimah Sederhana itu..
terlalu sering memberi harapan..
Tutur katanya....
Arah penglihatannya..
Bahkan gerakan jari..
yang tanpa sadar dilakukannya..
sedikit memberi kesan Ketertarikannya..
Memang terlihat bodoh..
Jika itu kesimpulan yang kubuat..
Tapi Firasat..
lebih condong berperan dalam Hal itu..
Disaat kita dekat..
Mata ini seperti terselip magnet..
yang selalu tanpa henti..
mengikuti semua gerak-gerikmu..
Disaat kita jauh..
Nadi ini seperti bergetar..
Seakan mengetahui..
kemana langkah kakimu pergi..
Sekedar bermimpi..
Aku akan menjadi tanganmu..
yang ingin selalu melindungimu..
Mencoba berharap..
Aku ingin menjadi jantungmu..
yang selalu berdetak disetiap nafasmu..
Biarkan dengan bebas tangan ini..
menuliskan semua tentang dirimu..
Biarkan tanpa gangguan Hati ini..
Mencoba konsentrasi menanamkan.
Cinta Kasih yang Tulus..
Semua yang kulalukan butuh Proses..
Bersabarlah untuk itu wahai Nirwana..
Minggu, 13 Juli 2014
" Bekal yang Berharga "
ketika kesejukan datang..
Langit menumpahkan segalanya..
Awan mencoba menghalangi pandangan mentari..
Hingga membatasi gerak-gerik kehidupan.
Aku disini terdiam..
Mencoba mencari kehangatan..
karena Sebentar lagi..
Jiwa ini akan membeku..
Kesejukan yang terjadi hari ini..
Takkan mungkin mampu menusuk..
hingga tulang Rusukku..
Karena Tulang Rusukku..
sedang Dikemas rapat-rapat..
Oleh pria Sejati disana..
Daun satu persatu berguguran..
Jatuh ke tanah dan terbengkalai..
itulah bukit mereka sangat pandai..
menggambarkan situasi Hati ini..
Bila mungkin ada Luka..
mencoba bersabarlah..
Karena Airmata Takkan abadi..
akan hilang dan berganti..
Kesengsaraan ini mulai hadir kembali.
Semoga Allah memberiku ketabahan..
Sikap loyalku takkan pernah berubah..
aku anggap ini sebagai tantangan..
disaat seperti inilah yang paling kubenci..
Melihat kalian basa-basi..
Bersenda gurau..
Saling Merindu.. ah....
Tapi Allah memang adil..
memberi gambaran yang bijaksana..
yang akan menjadi bekal Kesucian Cinta ini..
Sabtu, 12 Juli 2014
" Kalian Jodoh "
Aku tak mau lagi..
Menjadi seekor tikus diladangmu..
Bahkan aku menolak..
ketika engkau menawarkan aku..
berperan sebagai seekor burung..
burung mungkin jauh lebih istimewa..
jika disandingkan dengan hewan menjijikan..
seperti Cacing contohnya..
Namun aku lebih tertarik berperan sebagai mereka..
aku lebih memilih..
menjadi sosok yang menjijikan..
bahkan menjadi sesuatu yang tidak berguna untukmu..
Aku hanya ingin membawamu menuju anganmu..
meski yang kulakukan hanya sebatas dorongan..
Hari demi hari..
aku selalu belajar tentang hal itu..
menjabarkan satu demi satu..
celah yang tak sengaja terbongkar..
Kupertimbangkan banyak resiko yang terjadi..
namun yang terbayang..
hanyalah kebahagiaan..
ini artinya aku berani mengambil resiko apapun..
ketika aku terjatuh kedalam lembah..
lembah Asmara namanya..
Mencintaimu mungkin bukan recanaku..
Hati yang bicara..
Mulutlah yang berdusta..
Telinga ini tuli..
ketika Hati menyatakan Ketulusan rasa ini..
Terkadang Rintihan perih ini kambuh..
Disaat kalian saling mengucap kata mesra..
Engkau takkan pernah tau..
jika aku selalu memata-mataimu..
Engkau juga takkan pernah menyangka..
Jika aku sering membayangkan..
menjadi Sosok dia..
Dialah yang sempurna dimatamu..
Kamulah yang sempurna dimataku..
Kalian sama-sama sempurna..
kalian jodoh..
Bismillah..
S&REBYSADM..
"jodohku lagi mampir ke hati orang"
" Kini, Esok dan Seterusnya "
Aku ingin engkau terhempas angin..
dan engkau dibawanya ke langit biru..
sampai merasakan kehidupan diawan sana..
Aku ingin kebahagiaanmu..
dan kenyamananmu dengan Dia..
Hanya bersifat Fana..
Mungkin Allah sudah mengabulkan Doaku..
Agar kamu pergi..
untuk sementara ini..
Mungkin kebersamaan kamu dan Dia adalah..
Proses yang harus kamu lalui..
untuk bersanding denganku..
Kini , Esok dan seterusnya..
aku harus lebih dewasa memaknainya..
Aku tak boleh Egois..
Karena..
Semakin Cinta menguji kesetiaan ini..
Semakin kuat keinginanku melewati ujian itu..
Rasa marah atau Cemburu..
Harus aku hindari..
Sebaliknya..
Justru aku harus bahagia..
karena dengan bantuan Dia..
aku jauh lebih mengenal Sosok dia..
yang sebenarnya..
Kehadirannya dikehidupanmu..
sering kuanggap sebagai Luka..
Namun Tuhan memberiku Ketegaran dan Ketabahan..
Permasalahannya hanyalah waktu..
dan Kini aku hanya bisa menanti..
Sampai usiaku matang untuk menyatakannya..
Penantian ini ku isi dengan banyak Doa..
juga dengan menjabarkan Makna Ujian ini..
Ingatlah sekarang aku tak bisa apa-apa..
Insya Allah..
di hari esok aku mampu menjadi Imammu..
menjadi pelengkap bagimu..
atau bahkan menjadi pakaianmu..
Yang selalu melindungimu..
dan memberi kehangatan Tubuhmu..
" Sekedar Imajinasi "
Biarkan aku membungkusmu..
kedalam sebuah lembah..
yang dinamakan kenangan..
Iinilah puncaknya..
Dimalam..
yang sunyi sepi seperti ini..
selalu terpahat rapih wajahmu..
Lihatlah matamu..
matamu itu..
menyimpan segudang tanda tanya..
Lihatlah lidahmu..
Lidahmu itu..
selalu mengucap kata mesra untuk Dia..
Mungkin semua itu kau lakukan..
Karna ketidaktahuanmu..
tentang pandanganku terhadapmu..
Aku bukanlah seorang penulis..
yang mampu merangkai indah..
kata demi kata..
kalimat demi kalimat..
Aku juga bukan seorang pelukis..
yang mampu membentuk keindahanmu..
dicermin itu..
Aku hanyalah orang yang sekedar berimajinasi..
yang menuliskannya di atas kertas..
Imajinasiku diciptakan tanpa batas..
itulah bukti kebesaran Sang Pencipta..
Imajinasiku didominasi rasa penasaranku..
Rasa penasaran akan Isi hatimu..
Tersebutkah Namaku di setiap detak jantungmu?
Tersimpankah namaku di setiap helaan nafasmu?
Tertuliskah namaku di Kertas hatimu?
aku harap engkau menjawabnya..
melalui Sepatah kata komentar dibawah ini..
Jumat, 11 Juli 2014
"Seperti Bulan Purnama"
Tertampak setetes keringat diwajamu..
yang kian lama menutup keningmu..
Tak bisa kubayangkan..
perihnya matamu ketika keringat itu..
jatuh di Dasar penglihatanmu..
Nuraniku berbisik..
Untuk segera membasuhnya..
Apadaya?..
Sejatinya kita memang belum muhrimnya..
Airmata ini tak lagi dapat berdusta..
ketika aku harus memendam..
dan terus memendam..
Sesungguhnya..
Lisanku ini hanya mampu..
berirama dengan apa yang aku fikirkan..
kenyataannya..
Sama sekali tidak..
Semakin penasaran..
akan sosok dirinya yang lemah lembut..
Semakin iri hati..
Ketika melihat seseorang bersanding dengannya..
mengucapkan kata Romantis..
Setiap patah katanya..
kuanggap sebagai harapan..
ketika semua gerak-gerikku..
tak mampu mengubah cintanya padamu..
Aku percayakan semua kepada sang "illahi"..
Lewat mimpiku..
Sedikit demi sedikit jawaban terkuak..
Hingga saat ini rasa ini tak memudar sama sekali..
melainkan semakin bersinar seperti Bulan Purnama..
Selasa, 08 Juli 2014
" Dia yang Tenang "
Dibalik jendela kamar aku berbisik..
Berkatalah aku kepada dinding kamarku..
" Apakah yang baru saja terjadi padaku "
Berulang kali kubertanya dengan pertanyaan yang sama..
Namun hasilnya Nihil..
Sepatah katapun tak terdengar darinya..
Tak puas ku bertanya..
Ku hampiri pintu kamar..
Berkatalah aku kepada Pintu kamarku..
" Siapa yang baru saja lewat menutup engkau &
mengatakan selamat Tinggal "
Berulang kali Kubertanya dengan pertanyaan yang sama..
Namun Hasilnya Nihil..
Sepatah katapun tak terdengar darinya..
Tidak ada yang pernah bisa ..
menggantikannya, atau bahkan menjadi dirinya..
Sosok yang kukenal Ceria & periang itu..
Kini sudah pergi..
Anak suci tersebut..
telah tenang & hidup abadi..
Dia menjadi bidadari surga..
yang sedang menunggu orang tuanya..
Mungkin didunia ini..
aku bukan penjaga terbaiknya..
Namun kehadirannya..
Memberi lentera hidupku makin menyala..
Terang benderang..
" Semoga Allah menghadirkan dia kakak yang lebih Baik dariku "
Berkatalah aku kepada dinding kamarku..
" Apakah yang baru saja terjadi padaku "
Berulang kali kubertanya dengan pertanyaan yang sama..
Namun hasilnya Nihil..
Sepatah katapun tak terdengar darinya..
Tak puas ku bertanya..
Ku hampiri pintu kamar..
Berkatalah aku kepada Pintu kamarku..
" Siapa yang baru saja lewat menutup engkau &
mengatakan selamat Tinggal "
Berulang kali Kubertanya dengan pertanyaan yang sama..
Namun Hasilnya Nihil..
Sepatah katapun tak terdengar darinya..
Tidak ada yang pernah bisa ..
menggantikannya, atau bahkan menjadi dirinya..
Sosok yang kukenal Ceria & periang itu..
Kini sudah pergi..
Anak suci tersebut..
telah tenang & hidup abadi..
Dia menjadi bidadari surga..
yang sedang menunggu orang tuanya..
Mungkin didunia ini..
aku bukan penjaga terbaiknya..
Namun kehadirannya..
Memberi lentera hidupku makin menyala..
Terang benderang..
" Semoga Allah menghadirkan dia kakak yang lebih Baik dariku "
Senin, 07 Juli 2014
" Ayah ! "
Dimalam gulita ini..
Aku terbangun..
Setelah mendengar suara..
dengkuran Ayahku..
Ayahku, Iya Ayahku..
dialah sang pahlawan..
lelaki yang membuat hidupku warna-warni..
Diwaktu kecil..
Beliau selalu mengajariku..
Apapun yang ia tunjukan kepadaku..
selalu membekas sebuah pelajaran..
pelajaran berharga yang akan menuntunku..
menjelajahi kehidupan yang fana Ini..
Beliau adalah guruku..
yang selalu memberi pesan pelajaran..
entah tersirat atau tersurat..
Beliau bagai pelita Cahaya..
disaat kegelapan melanda hatiku..
Beliau yang selalu menggeretak..
ketika aku terpaku dan membeku..
dalam menghadapi suatu masalah..
Tak lain..
Ketegasannya yang kadang membuatku Sedikit berkata "ah"..
yang membuatku selalu merasa bersalah..
Entah sadar atau tak sadar kata itu terucap..
Keasyikanku meluangkan waktu..
dengan orang lain..
seakan membutakanku..
Bahwa dahulu sejak aku masih kecil..
beliau selalu meluangkan waktu untukku..
pengorbanannya..
seakan terabaikan dalam keseharianku..
entah kapan aku bisa merenunginya..
Sekarang diusia yang tak lagi muda..
beliau masih tetap konsisten mengabdi..
untuk kebahagiaanku esok..
sedikit ku menoleh ke arahnya..
ternyata ada lipatan kulit diwajahnya..
Entah karena apa..
tapi kuyakin beliau sedang lelah..
Suara dengkuran semakin keras terdengar..
Sesaat ku merenungi irama dengkurannya..
aku mencoba menikmatinya..
membayangkan apakah Esok atau Lusa..
masih terdengar ditelingaku..
Suatu saaat nanti aku pasti rindu..
akan detik ini..
Ayah..
Maaf, Maaf aku belum bisa berkontribusi banyak..
aku belum bisa memetik hasil kerja keras Ayah..
selama mendidikku hingga saat Ini..
Suatu saat nanti engkau akan lemah tak berdaya..
merasakan detik-detik yang menyakitkan..
Aku ingin meraih apa yang engkau inginkan..
sebelum waktu itu..
membahas ayah..
ngga akan pernah habis..
semoga kelak engkau akan membaca tulisan ini..
Didepan Beliaulah Pemimpinku..
Dibelakang beliaulah pendorongku..
Ditengah dialah Panutanku
Ayaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh..
" Engkaulah Ayah yang Terbaik dari Segala Ayah Yang ada di Dunia ini "
Aku terbangun..
Setelah mendengar suara..
dengkuran Ayahku..
Ayahku, Iya Ayahku..
dialah sang pahlawan..
lelaki yang membuat hidupku warna-warni..
Diwaktu kecil..
Beliau selalu mengajariku..
Apapun yang ia tunjukan kepadaku..
selalu membekas sebuah pelajaran..
pelajaran berharga yang akan menuntunku..
menjelajahi kehidupan yang fana Ini..
Beliau adalah guruku..
yang selalu memberi pesan pelajaran..
entah tersirat atau tersurat..
Beliau bagai pelita Cahaya..
disaat kegelapan melanda hatiku..
Beliau yang selalu menggeretak..
ketika aku terpaku dan membeku..
dalam menghadapi suatu masalah..
Tak lain..
Ketegasannya yang kadang membuatku Sedikit berkata "ah"..
yang membuatku selalu merasa bersalah..
Entah sadar atau tak sadar kata itu terucap..
Keasyikanku meluangkan waktu..
dengan orang lain..
seakan membutakanku..
Bahwa dahulu sejak aku masih kecil..
beliau selalu meluangkan waktu untukku..
pengorbanannya..
seakan terabaikan dalam keseharianku..
entah kapan aku bisa merenunginya..
Sekarang diusia yang tak lagi muda..
beliau masih tetap konsisten mengabdi..
untuk kebahagiaanku esok..
sedikit ku menoleh ke arahnya..
ternyata ada lipatan kulit diwajahnya..
Entah karena apa..
tapi kuyakin beliau sedang lelah..
Suara dengkuran semakin keras terdengar..
Sesaat ku merenungi irama dengkurannya..
aku mencoba menikmatinya..
membayangkan apakah Esok atau Lusa..
masih terdengar ditelingaku..
Suatu saaat nanti aku pasti rindu..
akan detik ini..
Ayah..
Maaf, Maaf aku belum bisa berkontribusi banyak..
aku belum bisa memetik hasil kerja keras Ayah..
selama mendidikku hingga saat Ini..
Suatu saat nanti engkau akan lemah tak berdaya..
merasakan detik-detik yang menyakitkan..
Aku ingin meraih apa yang engkau inginkan..
sebelum waktu itu..
membahas ayah..
ngga akan pernah habis..
semoga kelak engkau akan membaca tulisan ini..
Didepan Beliaulah Pemimpinku..
Dibelakang beliaulah pendorongku..
Ditengah dialah Panutanku
Ayaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh..
" Engkaulah Ayah yang Terbaik dari Segala Ayah Yang ada di Dunia ini "
Minggu, 06 Juli 2014
" Ketika Hujan "
Terselip bayangmu..
Diantara rintihan hujan..
yang sedang menumpahkan..
Kesedihannya..
Awan terdiam,
Gunturpun ragu untuk keluar..
Sesaat ku berfikir..
apakah Angin akan berputar balik..
Terbias bayang wajahmu..
Diantara Air yang berkubang..
Ditengah jalan..
Sesaat ku terdiam ..
Apakah aku mampu bercengkrama..
dengan bayang wajahmu itu..
Apakah engkau mampu menjawab..
ketika ku bertanya..
"Sedang Apa & Dimana"..
Namamu yang selalu hadir..
Disetiap Penghujung Sujudku..
keindahanmu yang selalu mengusik..
ketenangan tidur malamku..
Memang mustahil ketika aku berharap..
memilikimu seutuhnya..
Doa selalu kupanjatkan..
Agar engkau kelak..
yang menyelesaikan separuh urusan Agamaku..
\
Sabtu, 05 Juli 2014
" Saksi Bisu "
Lihatlah dinding tersebut..
Hancur dan rapuh..
Saksi bisu itu..
Merasakan sama seperti apa yang aku rasakan..
Batin ini seperti tertekan..
Mata ini seperti Dibutakan..
Mulut ini seperti Dibisukan..
Sakit Rasanya..
Perpisahan Raga..
mungkin Aktor figurannya..
Namun Sebuah kata indah..
yang mungkin terakhir terdengar..
beriringan dengan melodi Cinta..
yang melekat hingga dasar Jiwa..
merupakan inti kesedihannya..
Meskipun Sejuta lantunan lagu..
yang kau buat tuk mengiringi kepergianmu..
Takkan pernah membuatku Jatuh..
Hanya senyum terakhirmu..
yang mampu melepaskan..
eratnya Genggaman bayangmu..
Semakin Jauh Engkau Melangkah Pergi..
Semakin Dekat Takdir Ini Mempertemukan Kita..
Jumat, 04 Juli 2014
" Hadiah "

Hadiah tak harus selalu terbungkus Indah..
Terkadang Tuhan membungkusnya dengan masalah..
atau dengan Kesedihan..
Semuanya dibutuhkan pengorbanan..
Takkan pernah kehabisan Ide..
Untuk merangkai kata tentang keindahanmu..
Mencoba membayangkan sesuatu bersamamu..
Atau bahkan melakukan hal Indah..
yang belum pernah kita lakukan sebelumnya..
Seringkali Tuhan menghadirkan Cinta..
Seringkali pula Aku menolaknya..
Meski sesungguhnya itu adalah Anugrah,
yang Tuhan berikan..
Seringkali pula Aku tak mampu menolaknya..
Meski sesungguhnya aku harus memaknai Cinta,
dengan lebih Dewasa..
Tak pernah mampu kuberkata..
Bahwa aku mengagumimu..
Apalagi tuk berkata..
Bahwa aku Memiliki rasa yang lebih kepadamu..
Ya Allah..
Hadiah apa yang engkau bungkus..
dengan segala teka-teki kehidupan..
Tujuan apa yang engkau kemas..
dengan lika-liku kehidupan..
Kamis, 03 Juli 2014
" Rahasia Apa yang Tuhan rencanakan "
Wajahnya menenggelamkan asaku..
Bahagia dan dukanya kuusahakan..
untuk selalu bersamanya..
Hatinya menuliskan sebuah sejarah..
keikhlasan dan kesederhanaannya..
yang akan selalu menjaganya..
Sungguh suatu kebahagiaan bagiku..
ketika aku menyempatkan waktu untuknya..
bermain dan bercanda Ria dengannya..
akan selalu teringat..
mungkin saat ini dan untuk waktu yang lama..
aku hanya bisa memendam..
sampai saat yang tepat untuk menyatakan..
Sampai aku mampu Berta'aruf dengannya..
mengikat janji Suci..
dengan upacara Sakral..
Jika dia memang diciptakan..
Untuk menyelesaikan separuh Agamaku..
Kenapa Takdir memberi batas diantara kita?
Namun jika dia memang diciptakan..
Bukan untuk menjadi pelipur laraku..
mengapa dia selalu hadir disetiap mimpi Indahku..
Tuhan..
Suatu rencana apa yang engkau berikan untukku..
Rahasia apa yang akan engkau hadiahkan untukku..
Semoga kami mampu mengambil Hikmah..
Disetiap keputusanmu..
Rabu, 02 Juli 2014
" Jangan Pernah Berhenti Berharap "
Biarkan aliran air mata ini mengalir sesukanya..
Biarkan dia mengalir, mengucap kata seindah-indahnya..
Air mata ini tak berarti
Sedih
Air mata tak berarti
Duka
Dia hanyalah simbol bahagianya hati..
Biarkan dia menemani kita dihari ini dan esok..
karena dia ditakdirkan untuk ini..
untuk sebuah kebahagiaan..
Sejenak kita bertemu..
meski hanya untuk melepas Rindu..
Pertemuan ini bisa saja pertemuan terakhir..
Marilah kita maknai dengan Canda Tawa..
Cukuplah kenangan yang kita tanam..
akan menjadi kenangan yang tumbuh subur..
menyemaikan benih-benih cinta diantara kita..
karena kita tak harus disini lagi..
Tak harus bersama melanjutkan langkah ini..
Mungkin terlalu besar jika aku berharap..
untuk selalu bersamamu..
Mungkin juga terlalu besar aku berharap..
kau selalu ada bersamaku..
mungkin aku hanya bisa berharap..
kau bahagia dengan atau tanpaku..
Bersamamu..
Selasa, 01 Juli 2014
"The End of Love"
Cinta merupakan kecondongan Rasa,
terhadap suatu Makhluk atau benda,
yang ditatapnya melalui Hati..
ketika Seorang jatuh cinta..
dia akan melakukan segalanya,
Demi seseorang yang dicintainya,
agar seseorang yang dicintainya,
tidak murka kepadanya..
meskipun berkorban Nyawa..
Begitulah hakekat Cinta..
begitulah seharusnya kita belajar tentang cinta..
terutama Cinta kepada Allah..
Dalam kehidupan..
Cinta merupakan suatu tema Penting..
Cinta merupakan Cahaya bagi setiap Insan..
Dalam setiap cerita Cinta..
Cinta Condong tidak berakhir kesakitan..
Cinta justru hadir sebagai proses kehidupan..
Cinta juga bisa hadir sebagai Warna kehidupan..
semua itu tergantung kita memaknainya..
Cinta sejati..
akan selalu berakhir bahagia..
Meski terkadang cinta berakhir tangisan..
Namun sesungguhnya Takdir memaknainya,
sebagai sebuah senyuman..
Goresan luka pernah membakar Cinta..
Namun Cinta lah yang kembali memadamkan semuanya..
Cinta yang menakutkan adalah Cinta kepada sahabat..
" Kisah Lama "
Aku yakin tangan ini mampu menepis..
Semua linangan Airmatamu..
Atau bahkan merenggangkan bibirmu..
Agar engkau tersenyum manis..
Namun Sayang..
ketika rasa kasih sayang yang
sudah terlanjur Dalam..
Tuhan memberiku Sepasang pilihan..
Untuk bersabar & terus Ikhlas
menerima semuanya..
Atau pergi menjauhi Semua itu..
Dan Aku telah memilih pilihan..
yaitu pergi menjauhi semua..
pergi menjauhimu,
pergi menghapus kenangan bersamamu,
pergi mengobati luka..
Tentang pilihan itu..
Entahlah apa yang kubayangkan akan pilihan itu..
yang terfikir hanyalah..
yang terbaik untukmu meski duka hadir untukku..
Kinii..
Aku terlanjur menyimpan kerinduan..
yang terjebak dalam dilema..
Sekuatnya aku berikhtiar..
Namun pada akhirnya Harus kupasrahkan..
Langganan:
Komentar (Atom)




















