" Terkadang Kita mempuyai masalah yang sama dalam lika-liku kehidupan yang kita jalani, semoga karya saya menjadi solusi yang tepat dan menjadi bahan renungan yang bermanfaat bagi kita semua."
Jumat, 26 Juni 2015
" Masih dan akan selalu teruntuknya "
Hampa terasa..
Seakan darah terhenti menahan dentuman jantung..
yang semakin tiada hentinya memompa..
Tak kenal lelah tetap mengadah..
Kuakui,
Aku semakin terperangkap..
Kenyamanan dan kasih sayangmu..
Sama sekali tak memberiku celah..
Aku semakin terhanyut dalam dekapanmu..
Kesadaran yang seakan hilang..
terkadang membuatku lupa..
tentang segitu besar keberuntunganku..
Ada disampingmu..
Engkau yang sepenuhnya mengisi relung hati..
Yang selalu hadir sebagai bintang jiwaku disaat kegelapan menanti..
Kini tlah menjelma menjadi Auraku..
Takkan kubiarkan kau menangis..
Mengikis karna kelengahanku..
Ketahuilah..
begitu hebatnya kedalaman maknaku mengartikanmu..
Semakin berlalunya hari tanpa menatapmu..
Aku semakin terlihat bodoh..
Jiwa ini terus dan selalu meronta..
Tak kuat menahan jutaan rindu..
Kesejukan menemaniku bersama bayangmu dalam mimpiku..
Suara gesekan dedaunan terdengar indah berirama lantun..
Namun kesan harmonisnya masih kalah jauh..
dengan Ketenangan hati ini kala melihat senyummu..
Awan pekat menutupi rembulan..
Langit gelap gulita menutup mata..
Cahaya sejuta lilin takkan mampu mengatasinya..
Namun aku merasa tenang dan nyaman..
Saat kulihat samaran manisnya senyummu..
karena sinar wajahmu memancarkan cahaya pelangi..
yang tak terbias oleh jutaan pancaran lampu..
Sesaat yang bersamaan angin terhenti sejenak..
Ikut merasakan keharmonisan yang nyata terasa..
Mereka tersenyum..
Simbol kenyamanan yang terasa..
Dalam benakku sudah banyak tertanam..
Jutaan bayangan dirimu..
Yang silih berganti membisikku..
Memaparkan keistimewaanmu..
Tuhan..
Beri aku hidup..
Untuk menjaganya..
Izinkanlah aku menyentuh cintanya..
Kan gugenggam erat dalam dekapan yang penuh harapan..
Tuhan..
Beri aku hidup..
Nadiku masih butuh denyutnya..
Hariku selalu terikat akan senyum dan tangisnya..
Kebahagiaanku masih melekat pada bahagianya..
Tuhan..
Beri aku hidup..
Dalam sedih aku masih butuh bahunya..
Tak sekedar sepasang sayap..
Aku dan Dia layaknya Angin dalam Tiupanmu..
Tuhan..
Beri aku hidup..
Kekuranganku masih butuh sentuhan Indah ciptaanMu itu..
Dalamnya AnugerahMu berupa cintaku yang hebat..
Masih dan akan selalu teruntuknya..
Tuhan..
Redup terasa cahaya hati..
Tanpa pancaran KasihMu..
Meski aku jauh lebih butuh Engkau daripadanya..
Namun cukuplah dengan pandangannya..
Memaksaku mengucap Syukur..
Maha Dahsyat Engkau..
Sabtu, 20 Juni 2015
"Helaan Nafas"
Suara helaan nafasku seperti enggan menjerit..
Entah terbias suara detak jantung..
Atau Lajunya yang tak normal..
Saat kau Sapa malamku dengan sejuta keraguan..
Malamku diambang rasa penasaran..
Tak dapat terpungkiri..
Aku yang berusaha kuat..
Justru dibuatnya tak berdaya..
Malam itu..
Seakan malam terpanjang yang pernah ada..
Hasrat yang terkadang tak sebanding medan..
Hanya mampu tertahan sampai cekikan ini berkesudahan..
Kelapangan ini merupakan Anugerah..
Yang sangat jernih melebihi kejernihan embun..
Meski kesyahduan tlah hancur dibutakannya..
Hati ini tak berkeming untuk selalu menyayanginya..
Goyangan rumput yang mewakili kemolekan hembusan angin..
Mensadarkanku bahwa api takkan padam jika berbalas Api..
Hal yang harus diperjuangkan..
Takkan mungkin mengalami kemudahan..
Lihatlah dirimu wahai sosok yang sangat kukagumi..
Tatapanmu terhadap dirimu sendiri tak seindah engkau dalam bayanganku..
Meski sulit untuk terbuktikan..
Tapi ini takkan terbantahkan..
Hamparan pasir pun takkan mampu mengkiaskan..
Seberapa takutnya aku kehilanganmu..
Percaya atau tidak..
Kaulah helaan nafasku..
Sesak rasanya..
Tanpa senyum indahmu dalam mimpiku..
Tercekik aku..
Saat bayangmu mulai berpaling..
Dia atau siapapun masa laluku..
Tak pernah hadir sebegitu dalamnya..
Sekedar butiran pun takkan bisa menggambarkan..
Tak perlu kau tahu seberapa keseriusanku..
Tak perlu kau tahu seberapa kemurnian rasa ini..
Biar Tuhan yang mengabarkanmu..
Karna hanya Dia yang bisa menatap seberapa dalamnya..
Lubang kebahagiaanku bersamamu..
Terkadang aku bertanya pada dinding kamarku..
Apa yang membuatku bertahan segini jauhnya..
Tak seperti yang dahulu..
Tetaplah bersamaku..
Janganlah berpaling..
Aku masih mengharapmu..
Jauh dari besarnya yang kau kira..
Karna khayalmu..
Takkan mampu menangkap..
Dengungan Keindahanmu dalam relung jiwa terdalamku..
Jumat, 19 Juni 2015
" Takut, ya takut kehilangan "
Andai engkau lebih pahami..
Aku tak sekedar takut kehilanganmu..
Aku juga tak sekedar takut mengecewakanmu..
Jauh lebih dari yang kau kira..
Biar kau rasakan sendiri apa yang tatapanku ingin sampaikan untukmu..
Kenyamanan dan Kasih sayang yang engkau hamparkan..
Membuatku semakin terjebak dan terus terhanyut..
Bahwa kebahagiaan lebih pantas sebagai gantinya..
Terkaman kekecewaaanmu dalam balutan khayalanku..
Cukup membuatku khawatir..
Kamu benar-benar lepas dariku..
Aku yang tak mau engkau kecewa..
Berusaha setengah mati melebarkan batas kesabaran..
Yang kiranya tak terhitung sepanjang garis khayalmu..
Terima kasih Tuhan..
Bidadari tanpa sayapmu itu..
Cukup membuatku slalu khawatir..
Cukup membuatku tersadar atas nikmat-Mu..
Bahwa dia slalu menebarkan kebahagiaanku..
Saat kau hadirkannya disampingku..
Takkan pernah ada yang mampu mengelakku..
kecuali takdir Tuhan..
Seputih cinta ini akankah terlukis permanen dihatimu..
Sesuci cinta ini akankah tergambarkan di relung jiwamu..
Bebatuan yang sekiranya diam..
Ternyata mereka mencoba mengkiaskan dalamnya rasa ini..
Yang hanya Allah-lah yang tahu semua itu..
Kegersangan gurun pun takkan membuatku nyerah..
Untuk mengungkap segala keindahan dirimu..
Yang jauh lebih menyejukkan..
Percaya tidak percaya..
Betapa sulitnya aku memahamimu..
Meski ucapan bukan jaminan..
Kukatakan "Aku sangat menyayangimu"..
Dalam kisah ini..
Aku selalu berharap engkau yang terakhir..
Karna cukup dengan kebahagiaanmu..
dan Cukup dengan ketidakekecewaanmu..
Aku akan mengumpat..
Bersembunyi ikut bahagia..
Aku menyayangimu seperti Bumi yang mengorbit pada Surya..
Entah apapun reaksimu..
yang jelas aku tetap memperjuangkanmu..
dan terus berputar dalam pusaran edaranmu..
yang selalu menunggu sinarmu di pagi dan siang hari..
dan bergantung pada pantulan keistimewaanmu dimalam hari..
Jangan pergi..
Tetaplah denganku..
Ku pertahankanmu..
Karna engkau jauh lebih Indah dari yang terkira..
Minggu, 14 Juni 2015
" -__- "
Kepanikanku akan terus ada..
Apalagi setelah kumaknai bahwa kicauanmu itu..
Ternyata bentuk kekecewaan yang kau dapat dariku..
Maaf sungguh maaf..
Jika ada yang kurang membuatmu berkenan..
untuk sekedar menyapaku dalam kegelapan ini..
Malam ini akan terasa gelap..
Bahkan kesunyiannya akan melebihi segalanya..
Awan hitam pun menutupi rembulan yang sedari tadi bersinar..
Kekecawaan bintangku ternyata berdampak seburuk itu..
Mengapa harus berniat pergi..
Jika hembusannya yang begitu halus..
sedikit menggetarkan kulit yang mengencang..
Mengapa harus berniat pergi..
Jika keistimewaannya cukup membuatku kagum..
Bahkan membuatku berjuang mempertahankannya..
Siapapun takkan berniat pergi..
Jika saja kenyamanan terus melekat..
seakan terikat terus mendekat..
Siapapun takkan pernah rela kehilanganmu..
yang dengan senyummu saja sudah mampu mengubur kegelisahan ini..
dengan tatapanmu sudah membuatku merunduk malu..
Bisa terbayangkan kan?
Gimana Bahagiamu?
Gimana Sedihmu?
Apalagi kekecewaanmu..
Terkesan berlebihan memang..
Wajarlah karna Hati yang berkata..
Sebuah ketidaksengajaan..
Jika selama ini aku melukis kebahagiaanmu diatas air..
Keawaman jiwa ini memang belum bisa membuktikan semuanya..
Tapi janji..
Aku mau menghapus kesedihanmu..
walau sudah terlukis permanen di sebuah Batu..
Dalam hidup yang penuh drama ini..
Aku selalu berharap kisah kita akan berakhir seperti Adam dan Hawa..
atau Muhammad dan Khadijah..
Maaflismaaf..
Love you..
Apalagi setelah kumaknai bahwa kicauanmu itu..
Ternyata bentuk kekecewaan yang kau dapat dariku..
Maaf sungguh maaf..
Jika ada yang kurang membuatmu berkenan..
untuk sekedar menyapaku dalam kegelapan ini..
Malam ini akan terasa gelap..
Bahkan kesunyiannya akan melebihi segalanya..
Awan hitam pun menutupi rembulan yang sedari tadi bersinar..
Kekecawaan bintangku ternyata berdampak seburuk itu..
Mengapa harus berniat pergi..
Jika hembusannya yang begitu halus..
sedikit menggetarkan kulit yang mengencang..
Mengapa harus berniat pergi..
Jika keistimewaannya cukup membuatku kagum..
Bahkan membuatku berjuang mempertahankannya..
Siapapun takkan berniat pergi..
Jika saja kenyamanan terus melekat..
seakan terikat terus mendekat..
Siapapun takkan pernah rela kehilanganmu..
yang dengan senyummu saja sudah mampu mengubur kegelisahan ini..
dengan tatapanmu sudah membuatku merunduk malu..
Bisa terbayangkan kan?
Gimana Bahagiamu?
Gimana Sedihmu?
Apalagi kekecewaanmu..
Terkesan berlebihan memang..
Wajarlah karna Hati yang berkata..
Sebuah ketidaksengajaan..
Jika selama ini aku melukis kebahagiaanmu diatas air..
Keawaman jiwa ini memang belum bisa membuktikan semuanya..
Tapi janji..
Aku mau menghapus kesedihanmu..
walau sudah terlukis permanen di sebuah Batu..
Dalam hidup yang penuh drama ini..
Aku selalu berharap kisah kita akan berakhir seperti Adam dan Hawa..
atau Muhammad dan Khadijah..
Maaflismaaf..
Love you..
Sabtu, 13 Juni 2015
"Aku yang tak sesempurnanya"
Kesyahduan irama air mengalir terdengar jelas..
Ketika kesadaranku hilang akibat hadirnya dalam dekapanku..
Yang ternyata semua itu hanya bayang belaka..
Ada satu hal yang tak mungkin aku nyatakan..
Maha Dahsyat Allah atas ciptaaannya itu..
Sadar akan tantangan dan rintangan yang besar..
Bekal pun siap laksana pedang yang tinggal dihunuskan..
Aku mencarimu..
Selalu merindukanmu..
Tetap memperhatikanmu..
dan Pasti menyayangimu..
Rumput yang bergoyangpun takkan mampu mengkiaskan rasa ini..
Hanya Dia yang Maha Mengetahui yang lebih mengerti..
Seberapa besar ketulusan yang aku suguhkan untukmu..
Ketika malam mulai hadir dan beriringan dengan rindu..
Denyut ini seakan meronta..
Karna saat itu waktumu hadir untuk sekedar menatap kegelisahan ini..
Tak ada makhluk Tuhan lagi yang mampu hadir saat itu selain dirimu..
Bersamaan dengan itu..
Kesunyian malam sengaja mempercepat putaran bumi..
jujur saja dia terlihat iri dengan kenyamanan yang aku rasakan..
Takkan pernah peduli..
Jika bintang yang selalu hadir menemani malamku..
akan pergi pada akhirnya..
Takkan pernah peduli..
Jika embun pagi yang selama ini menyejukkan itu..
Ternyata hanya bagian kesuramanku..
Meski kehilanganmu merupakan hal yang tak pernah diinginkan..
Tapi waktu mengharuskanku untuk siap menghadapi itu..
Bahkan cermin selalu berkata..
"Tinggalkan dia yang tak sebanding denganmu"..
Semua menyudutkanku..
Berkata dan Berbisik..
Seakan takdir sudah menyiapkan seorang yang sempurna untuknya..
Sadar betul dengan kehampaan yang aku miliki..
Aku takkan bisa berbuat lebih..
Apalah daya, Jika usahaku sebatas..
Namamu yang selalu hadir ditiap sujud terakhirku..
Tuhan izinkan aku berkata..
"Terima kasih telah Engkau hadirkan Dia"
dan kepadanya izinkan aku berkata..
"Aku menyayangimu dan kamu takkan pernah tahu seberapa besarnya ketulusanku"
Jumat, 12 Juni 2015
"Terima Kasih"
Kedinginan malam semalam sangat menyiksa..
Angin yang semula tenang..
menghembuskan tiupan yang dahsyat..
meluluhlantahkan semua yang dikehendaki-Nya..
mereka berbisik seakan bertanya "Kuatkah engkau?"
Tak beda dengan angin rembulan pun serupa..
Ia terkesan gengsi memantulkan sinar terangnya..
Yang seharusnya menyinari gelapnya planet ini..
tapi mengapa semua terasa lebih indah..
yang seharusnya mereka merusak malamku..
justru aku lebih menikmati malam semalam..
daripada malam lain..
Indah memang..
Jika malam yang seharusnya terasa panjang..
Justru terasa sebentar secepat guntur menyambar kilat..
Jika malam yang seharusnya menawarkan kehambaran..
Justru membentangkan kekayaan warna..
penyebab semua itu ternyata bintang..
bukan bintang dilangit yang jauh..
bukan juga bintang yang jatuh..
tapi bintang dihati yang gelap ini..
Wanita istimewa itu kini telah menjadi bintang malamku..
Menemaniku dalam kesendirian yang amat berarti..
Membawa sinarnya memperdaya jiwa dan hati ini..
yang takkan pernah padam mesti jarak membentang..
Bintangku kini telah menjadi bagian keseharianku..
menjadi alasan kesibukkanku dibawah 3 urusan wajibku..
Tak pernah lelah aku terus memperhatikannya..
karna kehilangannya merupakan kesalahan yang mustahil dipertanggungjawabkan..
Aku sangat menyayanginya..
mengaguminya bahkan mengharapnya..
Namun tiada daya memilikinya..
Karena pada hakekatnya Tuhanlah pencipta cinta..
Dialah sang Maha Cinta yang berhak menentukan Takdir cinta..
yang seharusnya lebih dicintai dari apapun yang kita cintai..
Jangan pernah bosan ya untuk saling menyayangi..
Karna siangpun tak pernah letih menggantikan malam..
Bahagia pun selalu hadir menggantikan kesedihan..
Bahkan Api pun terlihat akrab bersama Air..
Terima kasih Bintangku..
Terima kasih Princessku..
Terima kasih My Hunny..
Terima kasih My Beb..
Mungkin Tuhan menghadirkanmu..
sebagai kado istimewaku..
Meski harapanku engkaulah rusuk yang selama ini kucari..
Kamis, 04 Juni 2015
" Akuu takkan membiarkan waktu menjawab. biar aku yang menjawabnya kepada waktu"
Ketika malam berlalu begitu indah..
Dia justru membangunkanku dalam mimpi..
Semakin aku menatapnya, semakin terhanyut dibuatnya..
Seakan mimpi menjadi sebuah keharusan dalam hidupku..
Cinta itu suka sama suka..
Bukan tentang kaya-miskin atau tua-muda..
Cinta juga tak berbicara tentang surgawi dunia..
Yang terasa hanya indah dibuatnya..
Bukan tentang siapa yang datang lebih dulu..
yang telah lama diharap-harapkan pun, Bukaaaaaaan..
Aku hanya menunggu.. kepastian yang aku takutkan..
Dia yang telah singgah, beranjak pergikah?
Segitu sulitkah mencintai?
Ketika kita harus bertahan, menahan, sekaligus mengendalikan perasaan..
Ketika kita harus siap menyatakan tanpa peduli sebuah perbedaan..
Sosoknya yang indah yang membuat buta fikiranku..
Smua berlalu begitu saja..
Mungkin Tuhan telah menakdirkan dia..
sebagai kado istimewa untukku..
meski yang aku ingin, dialah tulang rusukku..
Entah mengapa..
Kenyamanan didapat saat bersama..
Kepuasan jiwa didapat saat menatap..
Waktu terasa cepat saat mendekap..
ketika engkau perlihatkan senyum indahmu..
aku hanyut, bagai karang dihempas ombak..
karena kutahu senyummu bukan untukku..
melainkan.. masa penantianmu..
yang engkau bilang masa lalumu..
Jujur saja..
Pahit rasanya berjuang sendirian..
Merenung bersama mentari dalam biasan cahayanya..
bahkan mengeluh bersama rembulan..
dalam pekatnya kegelapan..
Waktu.. ya waktu waktu waktu dan waktu..
Ingin rasanya aku menyatakan semua ini..
sekedar mengutarakan dan berbagi rasa..
Karena takkan mengandalkan waktu sebagai perantaranya..
Aku mengandalkannya sebagai sesuatu yang pas..
Tak ada rasa takut sama sekali..
Jika engkau tak memiliki perasaan yang sama..
Takut engkau menghindariku saja..
Yang pada akhirnya..
Membuang percuma persahabatan yang telah kita rintis lama..
Cinta yang berawal dari sahabat..
tak perlu mengenal adaptasi sikap..
selalu nasib persahabatan..
yang menjadi bahan pertimbangannya..
Aku bukan lelaki hebat..
tapi aku siap berjuang memilikimu..
Aku bukan pejantan tangguh..
tapi aku siap terjatuh menjemputmu..
merana seperti tak siap berkelana..
jika usai hujan ciptakan bujur 3 lapis warna..
mungkin asaku sirna..
hilang tak tahu kemana..
Tunggu sajaaa..
Semua akaaaan terasa lebih indah..
Jika tepat pada waktunya..
Akuu takkan membiarkan waktu menjawab..
biar aku yang menjawabnya kepada waktu..
Langganan:
Komentar (Atom)





