Kamis, 04 Juni 2015

" Akuu takkan membiarkan waktu menjawab. biar aku yang menjawabnya kepada waktu"



Ketika malam berlalu begitu indah..
Dia justru membangunkanku dalam mimpi..
Semakin aku menatapnya, semakin terhanyut dibuatnya..
Seakan mimpi menjadi sebuah keharusan dalam hidupku..

          Cinta itu suka sama suka..
          Bukan tentang kaya-miskin atau tua-muda..
          Cinta juga tak berbicara tentang surgawi dunia..
          Yang terasa hanya indah dibuatnya..

Bukan tentang siapa yang datang lebih dulu..
yang telah lama diharap-harapkan pun, Bukaaaaaaan..
Aku hanya menunggu.. kepastian yang aku takutkan..
Dia yang telah singgah, beranjak pergikah?

          Segitu sulitkah mencintai?
          Ketika kita harus bertahan, menahan, sekaligus mengendalikan perasaan..
          Ketika kita harus siap menyatakan tanpa peduli sebuah perbedaan..
          Sosoknya yang indah yang membuat buta fikiranku..

Smua berlalu begitu saja..
Mungkin Tuhan telah menakdirkan dia..
sebagai kado istimewa untukku..
meski yang aku ingin, dialah tulang rusukku..

          Entah mengapa..
          Kenyamanan didapat saat bersama..
          Kepuasan jiwa didapat saat menatap..
          Waktu terasa cepat saat mendekap..

ketika engkau perlihatkan senyum indahmu..
aku hanyut, bagai karang dihempas ombak..
karena kutahu senyummu bukan untukku..
melainkan.. masa penantianmu..
yang engkau bilang masa lalumu..

          Jujur saja..
          Pahit rasanya berjuang sendirian..
          Merenung bersama mentari dalam biasan cahayanya..
          bahkan mengeluh bersama rembulan..
          dalam pekatnya kegelapan..

Waktu.. ya waktu waktu waktu dan waktu..
Ingin rasanya aku menyatakan semua ini..
sekedar mengutarakan dan berbagi rasa..
Karena takkan mengandalkan waktu sebagai perantaranya..
Aku mengandalkannya sebagai sesuatu yang pas..

           Tak ada rasa takut sama sekali..
           Jika engkau tak memiliki perasaan yang sama..
           Takut engkau menghindariku saja..
           Yang pada akhirnya..
           Membuang percuma persahabatan yang telah kita rintis lama..

Cinta yang berawal dari sahabat..
tak perlu mengenal adaptasi sikap..
selalu nasib persahabatan..
yang menjadi bahan pertimbangannya..

           Aku bukan lelaki hebat..
           tapi aku siap berjuang memilikimu..
           Aku bukan pejantan tangguh..
           tapi aku siap terjatuh menjemputmu..

merana seperti tak siap berkelana..
jika usai hujan ciptakan bujur 3 lapis warna..
mungkin asaku sirna..
hilang tak tahu kemana..

           Tunggu sajaaa..
           Semua akaaaan terasa lebih indah..
           Jika tepat pada waktunya..

Akuu takkan membiarkan waktu menjawab..
biar aku yang menjawabnya kepada waktu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar