Sabtu, 02 Mei 2015

T.M.I.P.S.K




Jika dikaitkan dengan kehausan yang sedang melanda batin..
Kegersangan Sahara mungkin tak sebanding..
mungkin juga tak tertanding..

    Bahkan dedaunan kering itu mengerti khayalku..
    yang tak semestinya terkhayal..
   
Kurang mengerti tentang keikhlasan..
Sedikit memberi pekerjaan tambahan..
Bahwa ikhlas itu sangat identik dengan kesabaran..

    Petir pernah mengancamku dengan guncangannya yang dahsyat..
    Badai pernah menyapa dengan sapuannya yang begitu rapih..
    Bahkan Terjangan Angin memutar balikkan semua keberhasilanku..

Tapi mengapa?
mereka lebih bermakna,
Mereka lebih menghadirkan ketenangan,
Mereka lebih mengukir kebahagiaan..

    Tak seperti pelangi yang sekedar memukau..
    Bintang yang berkelip dengan kecemerlangannya..
    atau sang embun pagi yang sejuk..
    dengan itu semua keindahan mereka dipertontonkan..
   
tak sekedar membagi bencana..
Petir, badai, angin juga membagi surat peringatan..
Tentang kasih sayang, tentang kepedulian..

    Andai saja indra ini tak sekedar menerawang sebuah keindahan saja..
    Pasti pohon-pohon akan meng-Aamiin-kan doa hamba..
    Gemrincingan arus sungai pasti bersahutan menyambut keikhlasan..
    dan Sang mentari sudah hadir lebih awal untuk mengucapkan selamat..
    " Tuhanmulah yang Memberi Indra Penglihatan Yang Sesungguhnya Kepadamu "


   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar